Eko Marsidi

 

 

BOLTIM kabarpost.com - Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit mudah menular kepada manusia. DBD ini terjadi apa bila lingkungan di sekitar kita tidak bersih. Seperti tempat penampungan air tidak di tutup, selokan air tersumbat, dan barang-barang bekas berserakan dihalaman rumah menjadi tempat penampungan air dikala hujan turun, dari sinilah nyamuk DBD akan bersarang dan berkembang biak lalu kemudian menyerang tubuh manusia.

Hari ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mencatat kasus DBD menyerang warga pada Tahun 2018 ada 92 kasus DBD kemudian pada Januari tahun 2019 ini sudah ada 20 kasus DBD.

Dari data yang diperoleh media ini, kasus DBD lebih tinggi menimpa warga Kecamatan Kotabunan dan Kecamatan Tutuyan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Sammy Rarung. Adanya kasus ini Ia enghimbau kepada masyarakat supaya lebih mementingkan kebersihan lingkungan.

"Kami himbau kepada masyarakat lebih memperhatikan kebersihan. Kita jaga kebersihan lingkungan supaya," imbuhnya. 

Rarung membeberkan, tempat menjadi sarang nyamuk yaitu Dispenser, dan di pakaian yang gantung.    

"Nyamuk bisa bersarang di dispenser, ban bekas, kaleng bekas, tempat penampungan air. Pakaian yang kita gantung. Sedianya ini harus menjadi perhatian kita dan harus di tutup," bebernya.

Kepala Dinkes Eko Marsidi menjelaskan, bila setiap saat di lakukan fogging justru lebih terjadi resistensi terhadap nyamuk. Artinya, virus ini dapat bertahan lebih, dan kemudian nyamuk yang ada dilingkungan justru menjadi kebal terhadap racun pengasapan.  

"Fogging itu bukan cara yang efektif untuk memberantas sarang nyamuk DBD. Karena, fogging hanya mematikan nyamuk besar atau nyamuk yang bisa terbang, tetapi larva atau telur nyamuk yang berada di permukaan air atau genangan air tidak mati,"terang Marsidi.

Ia menjelaskan, cara efisiensi mencegah DBD tidak bersarang di sekitar kita adalah dengan cara melakukan 3M. Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Membuang, dan menutup barang bekas yang dapat menampung air atau membakarnya.

"3M itu cara membunuh jentik nyamuk atau memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk DBD. Atau Nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menularkan penyakit,"jelas Marsidi. (feb)

Terpopuler

Dies Natalies FH Unsrat ke-62, Flora : C19 Menguba...
02 Dec 2020 12:56 - Redaksi

Sidang terbuka Dies Natalies FH Unsrat ke-62.   MANADO Kabarpost.com - Dekan FH Unsrat Dr Flora  [ ... ]

Ketua GABSI Konsen Angkat Atlit Bridge Sulut Berpr...
27 Jul 2019 03:54 - Redaksi

Joune Ganda     MANADO Kabarpost.com - Keseriusan Joune Ganda selaku Ketua Gabungan Bridge Selu [ ... ]

Wabup Boltim Buka Temu Karya Pemuda
06 Dec 2018 09:30 - Redaksi

Wakil bupati rusdi gumalangit membuka temu karya pemuda.   BOLTIM kabarpost.com - Guna untuk menu [ ... ]

Pjs Bupati Clay Seriusi Penanganan Stunting di Min...
11 Nov 2020 07:26 - Redaksi

Foto bersama usai kegiatan     MINUT Kabarpost.com – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Minahasa [ ... ]

Other Articles
Unsrat
Unsrat 1
Unsrat 2
Unsrat 3
Fh unsrat