narasumber P2P Dinkes Provinsi di dampingi Kabid P2P Dinkes Boltim saat memaparkan ciri-ciri penyakit kusta .

 

BOLTIM kabarpost.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) gandeng Dinkes Provinsi Sulawesia Utara dalam sosialisasi penyakit Kusta.

 

Sosialisasi berlangsung di aula Dinkes ini menghadirkan narasumber Dinkes Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Syiane Palid, kemudian peserta sosialisasi melibatkan Sangadi, di beberapa Desa di Boltim, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Kotabunan, Buyat, Tutuyan, Motongkat dan Nuangan, dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK). 

 

Siane menjelaskan, Tanda-tanda kusta, antara lain, bercak putih atau merah di kulit dan kedua adalah yang sudah mati rasa, artinya rasa gatal dan sakit pun sudah tidak di rasakannya..

 

"Maka di himbau ketika sudah mendapatkan bercak di kulit putih atau pun bercak merah dan sudah mati rasa segera ke PKM melakukan pemeriksaan. Apa bila hasilnya ditemukan positif maka petuga medis segera melakukan tindakan pengobatan. Dan itu secara gratis di semua PKM," paparnya.

 

Lanjut Siane, biasanya yang sudah merasakan bercak ini dia pandang enteng, karena memang gejala awalnya itu sangat tidak menganggu. sebab, dia tidak ada rasa gatal.

 

"Maka untuk memastikan bercak yang timbul ini lakukan pemeriksaan bila positif segera lakukan pengobatan dan itu gratis," jelasnya

 

Kata Siane, Tujuan dari kegiatan ini untuk pembentukan Desa Sahabat Kusta, dan Kabupaten Boltim menjadi salah satu sahabat kusta di Sulut.

 

"Ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan di Provinsi Sulut, kemudian ada tiga daerah ini yang harus di tindak lanjuti penanganan penyakit kusta. Dan satu di antara tiga itu adalah Kabupaten Boltim. Kemudian Kota Tomohon dan Kabupaten Sangihe ini daerah-daerah menjadi contoh," ungkapnya.

 

Sembari menambahkan, Sosialisasi ini melibatkan Sangadi (Kepala Desa, red) karena menjadi Pertemuan Pembinaan Percontohan Desa Sahabat Kusta di Kabupaten Boltim.

 

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi, melalui Kepala Bidang P2P Sami Rarung mengatakan, data tahun 2017 ada 6 kasus penyakit Kusta, kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi 22 kasus. 

 

"Ini di sebabkan kurangnya proaktif penderita untuk mau berobat," Ujar Sami Rarung.

 

Lanjut dia, dari hasil Kegiatan PKM  bekerja sama dengan Kader PKM saat melakukan pemeriksaan langsung maka ditemukanlah ada 22 penderita kusta.

 

"Dan mereka langsung di lakukan pengobatan secara gratis di PKM," beber Rarung.

 

(feb)

Terpopuler

Saksi PAHAM Pertanyakan Form A5, KPU Manado Tegask...
14 Dec 2020 03:35 - Redaksi

Jusuf Wowor     MANADO Kabarpost.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado menegaskan telah [ ... ]

Pjs Gubernur Fatoni Lantik Pengurus MAPPILU-PWI Pr...
04 Nov 2020 15:53 - Redaksi

Suasana pelantikan oleh Pjs Gubernur Fatoni   MANADO Kabarpost.com - Pjs Gubernur Sulawesi Utara  [ ... ]

Terdampak Covid-19, Emak-emak' WnT Salurkan Nasi B...
29 Apr 2020 17:28 - Redaksi

Peduli Sesama, para emak-emak Kumaya WnT membagikan 1000 nasi bungkus kepada tukang sapu jalan, Sela [ ... ]

6 Siswa SMAN 9 Manado Maju ke Tingkat Provinsi
12 Mar 2019 03:29 - Redaksi

  MANADO Kabarpost. com - Kembali prestasi diraih siswa-siswi SMAN 9 binsus berhasil lolos dalam  [ ... ]

Other Articles
Unsrat
Unsrat 1
Unsrat 2
Unsrat 3
Fh unsrat