Happy Malonda,  Kepala Sub Bidang Mutasi, Kepangkatan Fasilitas Profesi ASN.

 

BOLTIM kabarpost.com - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menolak sedikitnya 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Boltim.

 

Kepala BKPSDM Pemkab Boltim, Robi Mamonto SE, melalui Kepala Sub Bidang Mutasi, Kepangkatan Fasilitas Profesi ASN, Happy Malonda. Menjelaskan, satu tahun ada dua periode mengajukan kenaikan pangkat untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) April dan Oktober. 

 

"Periode pertama April 2019 ada 14 ASN, yang berkasnya ditolak, karena tidak memenuhi syarat. Persyaratan yang tidak dipenuhi 14 ASN, diantaranya, tak capai angka kredit untuk kenaikan pangkat, meninggal dunia dan belum ujian dinas," terang Malonda.

 

Perlu diketahui kata Malonda, untuk pencapaian angka kredit dilihat dari kinerja kerja. Maka adanya tim penilain, berlaku untuk fungsional dan struktural.

 

"14 Pegawai Negeri Sipil yang ditolak berkas kenaikan pangkat terdiri dari empat orang fungsional guru, enam orang fungsional kesehatan, struktural satu orang dan penyesuaian tiga orang," bebernya.

 

Kata dia, total ada 309 berkas usulan kenaikan pangkat diterima dan ditindaklanjuti BKPSDM Boltim, untuk periode April 2019. 

 

"Sedangkan 14 yang ditolak bisa diajukan berikutnya diperiode Oktober," jelasnya. 

 

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Disiplin dan Penghargaan, Wenadi Apande, mengatakan, kenaikan pangkat berlaku untuk struktural, fungsional, penyesuaian ijazah dan reguler.

 

"Tahun ini ada satu orang naik pangkat luar biasa yakni dari Dinas Kesehatan. Artinya naik sebelum waktunya. Sebab dia berhasil melakukan penelitian, sehingga mendapat pengakuan dari pemerintah daerah, Gubernur maupun Kementrian," tutur Apande.

 

Dikatakannya, kenaikan pangkat, harus diperhatikan. Sebab ini penting. Kata dia, sekarang sudah ada berkas yang masuk untuk kenaikan pangkat periode Oktober. 

 

"Mudah-mudahan berkas tersebut lolos verifikasi. Namun masih ada sebagian ASN tidak mengurusnya," imbuhnya. 

 

Masih Wenadi, memasuki masa pensiun ada 37 ASN di tahun 2018 sedangkan di tahun 2019 ini ada 24 orang.

 

"Ini belum termasuk mengundurkan diri atas kemauan sendiri," pungkasnya. 

 

(feb)

Terpopuler

Beri Bukti Bukan Janji, Gubernur Olly Resmikan PLT...
07 Dec 2020 14:58 - Redaksi

Gubernur Olly saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 2 x 200 kVA di Pulau Siladen,  [ ... ]

Silangen Optimis PPD Lahirkan Inovasi Perencanaan ...
08 Feb 2021 15:35 - Redaksi

Sekdaprov Silangen saat membuka kegiatan PPD Tingkat Provinsi Sulut secara Virtual. (Foto.ist)    [ ... ]

Terlihat Romantis, Olly dan Rita Awali Hari dengan...
08 Jul 2020 13:19 - Redaksi

Meski sama-sama disibukan dengan tugasnya, keduanya selalu meluangkan waktu bersama. Tak heran jika  [ ... ]

Rampengan Sampaikan Pesan Pjs Bupati Clay dalam Se...
27 Oct 2020 14:24 - Redaksi

Suasana acara serahterima penjabat Kumtua Desa Kaasar. (Foto.ist)   MINUT Kabarpost.com - Acara s [ ... ]

Other Articles
Unsrat
Unsrat 1
Unsrat 2
Unsrat 3
Fh unsrat