(Walikota Manado, Vicky Lumentut)

Manado Kabarpost.com - Demi mendukung Enam Program Jaring Pengaman Sosial atau Social Safety Network sebagaimana yang diumumkan Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, terus bergerak demi menekan dampak dari wabah Covid-19 (Corona Virus) di Kota Manado. 

Dimana, Walikota, DR Ir GS Vicky Lumentut, SH MSi DEA menjelaskan, Pemkot Manado telah mempersiapkan proses pendataan dan distribusi bantuan sosial sebagai upaya ketahanan pangan akibat dampak wabah Covid-19, dalam konferensi Pers setelah Rapat Forkompimda Sulut bersama Bupati dan Walikota se-Sulut Selasa (31/3/2020). 

"Beberapa perangkat daerah di bawah pimpinan Sekretaris Daerah Micler Lakat dan Asisten Perekomian dan Pembangunan, Recky Ph. Sondakh, S.E, telah saya tugaskan untuk melakukan pendataan. Khusus bantuan sosial nanti akan difasilitasi oleh Kepala Dinas Sosial, Sammy Kaawoan bersama tim satgas pangan. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ke depan pendataan sudah selesai dan bantuan dapat disalurkan," kata Walikota di depan awak Media yang hadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Sammy Kaawoan, menjelaskan, menindaklanjuti intruksi Walikota, pihaknya sudah menyurat ke seluruh Camat untuk pelaksanaan dilapangan, segera melakukan pendataan warga yang terdampak Covid19. Kami menunggu data sampai Jumat 3 April 2020. 

"Sesuai arahan Pak Walikota para penerima bantuan diprioritaskan kepada para pekerja dengan gaji atau pendapatan harian atau para pekerja yang terdampak langsung pendapatannya akibat wabah Covid19," ujar Kaawoan.

Pada kesempatan yang berbeda, Camat Mapanget, Robert Dauhan ketika dihubungi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari Dinas Sosial. 

"Kami akan melaksanakan pendaftaran berjenjang dari kepala lingkungan karena Pala yang paling tahu secara detail kapasitas warga dengan menyertakan foto kopi KTP dan KK, lalu kepala lingkungan melaporkannya kepada Lurah. Rekapitulasinya yang akan dibawa oleh Kecamatan ke Dinas Sosial," ungkap Camat Dauhan.

Berikut Enam Program Jaring Pengaman Sosial Presiden Joko Widodo yang sementara digulirkan secara nasional.

1. PKH jumlah penerima dari 9,2 juta jadi 10 juta keluarga penerima manfaat, besaran manfaatnya dinaikkan 25 persen. Misalnya ibu hamil naik dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp 3 juta per tahun, disabilitas Rp 2,4 juta per tahun dan kebijakan ini efektif April 2020. 

2. soal kartu sembako. Jumlah penerimanya akan dinaikkan menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu dan akan diberikan selama sembilan bulan

3. adalah kartu prakerja. Anggaran kartu prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun

4. terkait tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 Va yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan. Yaitu April, Mei, dan Juni 2020

5. untuk mengantisipasi kebutuhan pokok, pemerintah mencadangkan Rp 25 triliun untuk operasi pasar dan logistik

6. keringanan pembayaran kredit bagi para pekerja informal, baik ojek daring, sopir taksi, UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dan kredit di bawah Rp 10 miliar.

 

(Reza)

 

Terpopuler

Dispar Sulut Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pe...
24 Oct 2019 11:45 - Redaksi

Kegiatan Bimtek yang  digelar disalah satu hotel di Manado, Kamis (24/10/2019).



MANADO Kabarpost.com [ ... ]

PusKUD Retak, Dareda Pertanyakan Status Kembuan da...
24 Nov 2017 08:53 - Redaksi

Manado,Kp - Rabu (22/11/2017), pengurus dan direksi Puskud Sulut menggelar Rapat Anggota Tahunan (RA [ ... ]

Wagub Tegaskan Peran Command Center harus Dioptima...
12 Aug 2019 15:37 - Redaksi

Wagub Kandouw saat Sidak di Command Center. (Foto.ist)   MANADO Kabarpost.com - Wakil Gubernur (W [ ... ]

Pegawai Dirjen Pajak Terancam 12 Tahun Penjara, Bi...
15 Nov 2017 08:42 - Redaksi

Manado, Kp - Tersangka inisial WN dan temannya, yang merupakan PNS Dirjen Pajak Wilayah Sulutenggoma [ ... ]

Other Articles