Saat melakukan negosiasi denhan warga untuk melakukan swab test.

 

MINAHASA Kabarpost.com - Adanya sejumlah masyarakat yang menolak melakukan Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) karena merasa melakukan apa yang di anjurkan pemerintah dan pihak tim medis.

 

Seperti diketahui, balita satu tahun, Adiba Pakaya asal Minahasa yang dinyatakan positif beberapa minggu lalu dan saat ini sudah sembuh dan menjalani isolasi mandiri bersama kedua orang tuanya.

 

Setelah balita tersebut keluar RS Prof Kandou, menyusul  5 keluarga terdekat pun menyusul masuk RS karena dinyatakan positif. Namun pihak medis RS Prof Kandou menolak jika mereka dinyatakan tertular dari Adik Adiba. Karena hampir dua bulan Adiba di Rumah Sakit dan tidak ada sama sekali kontak dengan keluarganya, kecuali kedua orang tuanya yang menemani di ruangan isolasi dan sehat sampai saat ini.

 

Dua hari ini, kembali tim medis dan pemerintah setempat kembali datang di lokasi tersebut untuk melakukan swab test. Yang akan di sweb adalah tetangga dari Adik Adiba yang pulang dari perjalanan Makassar.

 

Namun mereka menolak. Penolakan tersebut dilakukan karena merasa mereka sudah mengikuti apa yang dilakukan pemerintah. Pertama sampai di Kawangkoan, mereka melakukan isolasi mandiri. Setelah dua minggu di isolasi, mereka kemudian di Rapid test. Dan hasilnya pun negatif atau tidak ada reaktif corona sama sekali.

 

Namun anehnya, kembali mereka harus melakukan swab test juga. Akan tetapi warga menolak dan tim medis tidak bisa memaksa karena swab test itu dilakukan harus sesuai prosedur.

 

Menurut Direktur Utama (Dirut) RSUP.Prof.Kandou Manado, Dr.dr.Jimmy Panelewen, SpB-KBD mengatakan, yang membutuhkan swab test Corona diperlukan bagi:

Orang dalam pemantauan (ODP)

Pasien dalam pengawasan (PDP)

Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19

Pasien dengan hasil rapid test yang positif

"Orang- orang tersebut akan dirujuk ke rumah sakit rujukan corona untuk menjalani pemeriksaan PCR," katanya melalui via telepon.

 

Tambahnya, jika sesorang (ODP)  yang sudah melakukan isolasi mandiri dan melakukan rapid test dan tidak ada reaktif corona dan hasilnya negatif, tidak usah lagi melakukan swab test.

 

"Kalau hasil rapid tidak ada reaktif, mo ngapain lagi di swab. Ada penjelasan point diatas, jika melakukan swab test akan di rujuk di Rumah Sakit terdekat jika rapit testnya positif," ujarnya.

 

(Reza)

 

 




Terpopuler

Mulai Disalurkan, Oma Nona Bahagia Terima Sembako ...
20 Apr 2020 13:36 - Redaksi

Oma Nona yang tinggal sebatang kara saat diberikan bantuan Sembako oleh Pemprov Sulut     MANAD [ ... ]

Wagub Buka Pencanangan HUT Kemerdekaan RI ke 74 da...
02 Aug 2019 14:30 - Redaksi

Wagub Kandouw saat membawakan sambutan     MANADO Kabarpost.com - Wakil Gubernur Sulawesi Utara [ ... ]

Pemkab Boltim Gelar Diklat Barang dan Jasa 2019, B...
29 Apr 2019 07:51 - Redaksi

  Sehan Landjar,SH Bupati Boltim menyampaikam pidato pada kegiatan Diklat barang dan jasa 2019.  [ ... ]

Ketua GABSI Konsen Angkat Atlit Bridge Sulut Berpr...
27 Jul 2019 03:54 - Redaksi

Joune Ganda     MANADO Kabarpost.com - Keseriusan Joune Ganda selaku Ketua Gabungan Bridge Selu [ ... ]

Other Articles
Kpu
Kpu manado