(Walikota Manado, Vicky Lumentut)

 

Manado Kabarpost.com - Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut mengeluarkan keputusan tentang kebijakan Pembatasan Pergerakan Orang dan Barang Dengan Moda Transportasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Sulut Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Optimalisasi Pencegahan Penyebaran (OPP) Covid-19 di Sulawesi Utara, bakal diberlakukan secara resmi pada Rabu 10 Juni 2020 terkait dengan Surat Keterangan, baik Surat Keterangan Sehat maupun Surat Keterangan Melakukan Perjalanan.

 

Hal tersebut, dikatakan Walikota GVSL dalam rapat koordinasi dan evaluasi yang dipimpin oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid-19 di Kota Manado secara virtual, Jumat (5/6/2020), keputusan pemberlakuan secara resmi ditetapkan menyusul persetujuan Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Bapak Olly Dondokambey terhadap kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh Gugus Tugas Kota Manado. 

 

Terkait hal tersebut, Walikota GSVL mempertimbangkan betul pertimbangan publik sebagai respons terhadap rencana kebijakan yang akan dikeluarkan. Surat keterangan yang diusulkan untuk ditunjukkan pada Pos Kontrol yaitu, Surat Keterangan Sehat (Surat Keterangan Sehat secara Umum dan Surat Keterangan Bebas Covid19/Surat Keterangan Rapid Tes) dan Surat Keterangan Perjalanan. 

 

"Kalau warga yang akan melewati pos kontrol diwajibkan menunjukkan Surat Keterangan Sehat, kita tidak punya jaminan apakah pemeriksaan kesehatannya dilakukan atau tidak. Memang sebagian dilakukan, tapi kita juga mengantisipasi surat yang dikeluarkan sekadar formalitas tanpa pemeriksaan yang benar dan kita tidak mendapatkan fakta orang yang sehat yang masuk ke Manado. Terhadap Surat Keterangan Rapid Tes, sebagaimana reaksi yang saya baca dan ditunjukkan publik, ternyata publik berpendapat surat keterangan dan pelaksanaan rapid tes itu membebani. Baik warga yang akan melakukan rapid tes mandiri, membebani pemerintah karena harus mengadakan peralatan rapid tes dalam jumlah yang sangat banyak, serta membebani instansi tempat bekerja yang akan melakukan rapid tes kepada karyawannya," kata Walikota GVSL.

 

Lebih lanjut Ketua Dewan Pengarah APEKSI ini mengatakan, Surat Keterangan yang wajib dibawa dan ditunjukkan warga yang akan masuk ke Manado di Pos Kontrol adalah Surat Keterangan Perjalanan. Surat Keterangan Perjalanan ini nantinya bisa berasal dari Instansi atau Lembaga tempat bekerja atau Surat Keterangan Perjalanan yang berasal dari Kepala Desa atau Lurah di mana warga tinggal. Jadi warga masih ada beberapa hari untuk mempersiapkan Surat Keterangan dimaksud, sehingga ketika diberlakukan pada Rabu nanti, sudah diketahui dan syaratnya dipenuhi. 

 

"Jadi syarat warga untuk masuk ke Manado nanti adalah wajib menggunakan masker, suhu tubuh yang diukur tidak melewati 38 derajat celcius, kapasitas tempat duduk yang digunakan dari kendaraan mobil maksimal 50 persen, dan wajib membawa/menunjukkan Surat Keterangan Perjalanan," jelas Walikota GSVL.

 

Walikota GSVL menambahkan, bahwa mengingat masa pengenalan atau sosialisasi akan terlaksana selama 11 hari (29 Mei – 9 Juni 2020) maka sejak pemberlakuan pengendalian pembatasan pergerakan orang dan barang dengan moda transportasi pada 10 Juni 2020, bagi warga yang melintasi Pos Kontrol Kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan tidak diperkenankan masuk ke Kota Manado. 

 

"Tujuan kita sebenarnya tidak hanya mencegah orang luar Manado menjadi pembawa Covid-19 ke Manado, tetapi juga mencegah orang luar nyanda tajangke Covid-19 di Manado. Untuk kelancaran operasional pada pos kontrol, maka peralatan teknis yang dibutuhkan akan kita tambah dan personil tetap bekerja untuk menjaga seluruh persyaratan yang diberlakukan dipatuhi dan dilaksanakan. Mengingat angka kejadian Covid19 masih tinggi, jika kegiatan pos kontrol akan dimulai resmi pada Rabu 10 Juni 2020, kalau ada warga atau kendaraan mobil yang tidak memenuhi empat syarat yang ditetapkan, silahkan disampaikan dengan sopan dan baik bahwa yang bersangkutan belum diijinkan masuk ke Manado," pungkas Walikota dua periode ini.

 

Berikut 16 Pos Kontrol Pintu Masuk/Keluar Kota yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid19 Kota Manado : 

1. Kelurahan Tongkeina Lingkungan IV (Bohowo) 

2. Kelurahan Pandu Lingkungan VIII (Pandu Pertigaan)

3. Kelurahan Mapanget Barat (Koka)

4. Kelurahan Paniki Bawah (Kiban 712)

5. Kelurahan Paniki Dua (Karpet Biru)

6. Kelurahan Lapangan (Jalan Teterusan)

7. Kelurahan Kairagi Satu (dekat Kantor DPRD  Sulut)

8. Kelurahan Paal IV Lingkungan V 

9. Kelurahan Malendeng (Kompleks Rutan Malendeng)

10. Kelurahan Malendeng (Kelompok Malendeng Residence)

11. Kelurahan Bumi Nyiur (Jalan Maengket)

12. Kelurahan Tingkulu (Kompleks SMA 7/Rusunawa)

13. Kelurahan Malalayang Dua (Kompleks Tugu Boboca)

14. Kelurahan Malalayang Satu Barat (Jalan Wenwin)

15. Kelurahan Malalayang Satu (Jalan Sea)

16. Kelurahan Winangun Satu (Kompleks Citraland)

 

(Reza)

Terpopuler

Gubernur Olly Hadiri Penamatan SMAN 1 Manado
14 May 2019 19:52 - Redaksi

Gubernur Sulut Olly Dondokambey.   MANADO Kabarpost.com - Penamatan siswa-siswi SMAN 1 Manado kel [ ... ]

Bantu Pemprov Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan ya...
13 Feb 2019 14:26 - Redaksi

Foto bersama dalam pertemuan     MANADO Kabarpost.com - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokamb [ ... ]

Tak Terima Perkataan Korban, Selang Kompresor Mela...
07 Aug 2019 10:08 - Redaksi

Pelaku yang melakukan penganiayaan saat di tangkap.   MANADO kabarpost.com - AK alias Agus (49) w [ ... ]

Jadi Irup, Wagub Kandouw Bacakan Pidato Presiden R...
02 Dec 2019 15:13 - Redaksi

Wagub Kandouw saat menjadi Irup di   HUT Korpri ke 48     MANADO Kabarpost.com  - Wakil Gube [ ... ]

Other Articles
Unsrat
Unsrat 1
Unsrat 2
Unsrat 3
Fh unsrat