Supriyadi Pangellu.

 

MANADO Kabarpost.com - Diprediksi, angka golongan putih (Golput) akan meninggi di pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten/Kota plus Gubernur yang tinggal beberapa hari lagi ini.

Pasalnya, Pilkada kali ini digelar di tengah Covid, sementara pemerintah serta penyelenggara belum memberikan jaminan keamanan yang pasti kepada masyarakat saat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pimpinan Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus lebih masif lagi mensosialisasikan kepada masyarakat untuk wajib menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember.

Selain itu, memberikan rasa aman dan nyaman terkait dengan keselamatan warga dengan Covid-19.

Tak hanya itu, proses simulasi yang dibuat bukan hanya mengedepankan tahapan-tahapan yang akan dilalui, namun, bagaimana mengantisipasi membludaknya antrian saat pencoblosan nanti.

“Paling tidak KPU harus memetakan potensi-potensi yang akan muncul di TPS nanti seperti apa. Seyogyanya KPU lebih memasifkan sosialisasi. Namun juga ke masyarakat sendiri, jika kampanye yang dilarang didatangi banyak orang, tapi justru ditabrak, kami meminta hal itu sewajibnya juga dilakukan saat pemilihan nanti. Masyarakat tidak perlu takut,” kata putera poridisa itu, Minggu (29/11/2020) malam.

Lanjutnya, tanggungjawab pemilu adalah tanggungjawab bersama.

Menurutnya, peserta pemilu juga wajib meyakinkan masyarakat bahwa harus datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih.

Terutama bagi tim kampanye dan tim sukses harus mengedukasi masyarakat.

“Sehingga itu kami juga sebagai pengawas pemilu turut mendorong agar angka partisipasi pemilih 9 Desember nanti sesuai yang diharapkan bersama. Masyarakat mesti sadar bahwa nasib masa depan daerah lima tahun ke depan ditentukan saat masyarakat mendatangi TPS. Bawaslu menjamin suara rakyat tersampaikan dengan aturan-aturan yang berlaku,” tandas Kordiv Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Sulut itu.

Terpisah, Dosen Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Liando mengatakan, golput itu sebuah fenomena yang sering terjadi baik dalam setiap pemilu atau Pilkada.

Kata dia, golput terjadi karena beberapa sebab, salah satunya ketidakpercayaan terhadap calon-calon yang sedang berkompetisi.

Selain itu, banyak pemilih yang trauma karena banyak janji-janji politik yang tidak dibuktikan ketika terpilih serta alasan untuk tidak memilih karena takut tertular covid itu sangat manusiawi.

“KPU harus bekerja keras untuk meyakinkan publik bahwa suasana TPS itu aman dari Covid. Hanya dengan cara itu maka masyarakat akan datang ke TPS. Perlu inovasi bagi KPU dalam mensosialisasikan Pilkada aman dari covid. Jelaskan mekanismenya, pembatasan jumlah pemilih, model antrian, tata cara mencoblos dan pemberian tinta pada jari. Semua prosedur itu harus bebas dari covid. Tentu penting bagi KPU untuk meyakinkan publik bahwa pencoblosan itu harus benar-benar aman. Semua KPPS harus ditempelkan hasil swab testnya di tempat yang terlihat oleh publik,” terangnya.

 

(***/jein)

 
 
 
 
 

 

 

Terpopuler

Mabuk, Lelaki Berprofesi Sebagai Tukang Mengalami...
14 Jul 2019 14:20 - Redaksi

Korban penikaman.   MANADO kabarpost.com - Lelaki Novaldo Talimboba alias Ade (26) warga Kelurah [ ... ]

Acara Adat Manduru'u Tonna 2021 Dilaksanakan di Te...
26 Jan 2021 04:21 - Redaksi

Acara Adat Manduru'u Tonna 2021.   TALAUD Kabarpost.com - Kabupaten Kepulauan Talaud kaya dengan  [ ... ]

GP Ansor Minsel Dukung Sikap Tegas Pemerintah Terk...
02 Jan 2021 01:14 - Redaksi

Irzal Purwanto Djamaludin.   MINSEL Kabarpost.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Minahasa [ ... ]

SMAN 4 Manado Miliki Siswa Bernama Tahanan PBB
18 Jul 2019 03:12 - Redaksi

Dr Nola Wuisan.   MANADO Kabarpost.com - Tahanan PBB ini nama siswa dari afganistan turut mengik [ ... ]

Other Articles
Unsrat
Unsrat 1
Unsrat 2
Unsrat 3