Manado, Kp - Tingkat kerusakan Lingkungan Hidup (LH) di Indonesia menghadapi aktivitas kerusakan lingkungan yang cukup parah. Karena itu Perguruan Tinggi (PT) dapat menghasilkan pengembangan teknologi ramah lingkungan, rendah karbon, dan bisa dijalankan secara berkelanjutan.

Hal ini dikatakan Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Prof Rachmat Witoelar pada Kuliah Umum dengan mengambil tema, "COP23, Kebijakan Iklim di Indonesia serta Peran Perguruan Tinggi" yang dilaksanakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) (Unsrat) Universitas Sam Ratulangi, akhir pekan lalu.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup di era Kabinet Indonesia Bersatu ini menerangkan kontribusi sangat diperlukan seluruh pihak, termasuk PT dan juga penguatan Tridharma PT harus fokus pada masalah kerusakan lingkungan.

“Kita tidak bisa mengarahkan hanya kepada sektor individu saja, perlu dilakukan secara berkesinambungan, sistematis, dan masif tetapi juga penguatan Tridharma Perguruan Tinggi harus terfokus pada masalah kerusakan lingkungan”ujar Witoelar.

Sementara itu, Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen Kumaat yang diwakili oleh Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik, Prof dr Jimmy Posangi menjelaskan, Unsrat melalui Tridharmanya terus berupaya