MANADO Kabarpost.com - Suara Perempuan, Lembaga perlindungan anak bersama Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara menggelar workshop tentang penyusunan MOU pencegahan  dan penanganan  perempuan korban kekerasan berbasis sekolah di Sulut, Selasa (28/08/2018).

Dalam pembahasan tersebut dihadiri 20 Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK se-Sulut.

Begitu antusias para kepsek mengupas hal tersebut diantaranyajenis kekerasan, upaya dilakukan dan hambatan tantangan yang dibahas.

Hal ini melatar belakangi,Tingginya tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Harus menjadi perhatian serius semua pihak. Data kasus kekerasan terhadap perempuan hasil pantauan media yang dilakukan oleh Swara Parangpuan  tahun 2017 ada 268 kasus dimana 137 kasus atau 51% adalah kasus perkosaan. 117 orang atau 85% korban perkosaan berstatus pelajar dengan rentang usia 6-18 tahun. 87 atau 64% pelakunya adalah pacar. 85% status korban adalah pelajar.

Tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan antara lain: Pelecehan, perundungan, penganiayaan, perkelahian, perpeloncoan, pemerasan, pencabulan, pemerkosaan, tindak kekerasan atas dasar diskriminasi SARA dan tindak kekerasan lainnya sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.

Untuk meningkatkan penyelenggaraan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. 

Menurut Komisioner perempun Masrzuha mengatakan workshop ini untuk pencegahan.

"Pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan. Ini juga ada keterlibatan guru dan orang tua, komite sekolah ataupun alumni sekolah dan suara perempuan dan ppa bisa sinergi dalam kasus kekerasan dan pencegahan didunia pendidikan ragamnya sangat banyak,"tuturnya.

Lanjut dikatakan berbagai kasus ada buli,pemerkosaan,pemalakan dan lain-lain, terangnya sembari mengatakan akan melakukan memorandun understanding (MoU). 

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Sulut Drs Moudy Lumintang,MPd mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dalam pencegahan ada enam langkah yakni bagaimana  menciptakan lingkungan yang kondusif.

"Proses pembelajaran di sekolah yang kondusif, Ketersediaan sarana dan prasaran dan Peran Guru BP dan BK dan Menerapkan aturan tata tertib disekolah maupun Kegiatan ekstra kurikuler,"terangngnya.

Senada dikatakan Ketua MKKS SMA Sulut Drs Anton Rosang,MPd mengatakan perlu dibentuk tim pengendali di setiap sekolah.

"Melibatkan wakil kesiswaan dan Organisasi Intra Sekolah (OSIS) serta perlindungan terhadap korban,"tandasnya.

 

(tian)

 

Terpopuler

Kejari Bitung Bidik Tersangka Baru Dugaan Korupsi ...
23 Jul 2020 05:09 - Redaksi

Anreas Atmaji SH.   BITUNG Kabarpost.com - Keseriusan Pihak Kejari Bitung Dalam menangani Kasus K [ ... ]

Jatuh Saat Melaut, Seorang Nelayan Tewas
06 Aug 2020 02:37 - Redaksi

Jasad yang dibawa ke Polsek Aertembaga karena tenggelam saat melaut.   BITUNG Kabarpost.com - Kam [ ... ]

Astaga... Pria Paru Bayah Ini Cabuli Bocah 5 Tahun
23 Jun 2020 14:51 - Redaksi

Pria buruh sampah yang diamankan karena melakukan asusila.   MANADO Kabarpost.com - Seorang lelak [ ... ]

Terkait Klaster Pasar Karombasan, Walikota GSVL Ba...
18 May 2020 11:22 - Redaksi

(Walikota Manado, Vicky Lumentut saat melakukan rapat via Vidcon) Manado Kabarpost.com - Terkait kl [ ... ]

Other Articles
Fh unsrat
Elena
Elena 2
Paskah