Novie Pioh .

 

MANADO Kabarpost.com - Dugaan Jual beli nilai kembali mencuat di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Dimana nilai semester lima mahasiswa FISIP Unsrat pada mata kuliah perpajakan tiba-tiba berubah  C ke B dan dari E ke C. Diduga melibatkan sejumlah sindikat yang meluputi staf hingga pejabat teras Unsrat. 

Magdalena Wulur, membeberkan kelima mahasiswa dugaan jual beli nilai itu. Dosen FEB Unsrat ini terkejut begitu mendapati nilai kelima mahasiswa tersebut telah berubah.

"Saya terkejut begitu mendapati nilai di portal akademik berbeda dengan nilai yang saya berikan dalam DPNA, sungguh ini baru pertama kali terjadi selama saya menjadi dosen," akunya.

Dijelaskan, sesuai mekanisme yang berlaku, nilai yang ia berikan dimasukkan ke portal akademik lewat staf di Unsrat. Pass portal tersebut dimiliki oleh penanggung jawab mata kuliah yakni Prof Welly Areros. 

"Ketika saya minta pass dan saya buka ternyata nilainya sudah berubah, " katanya.

Mengetahui hal tersebut, Ternyata setelah diselidiki perubahan nilai tersebut dilakukan oleh seorang tenaga honorer. 

Dan ternyata diketahuinya kemudian, dalang kasus tersebut diduga seorang pejabat teras di Unsrat. 

"Ada seorang pejabat teras yang menelepon staf tersebut, ini saya tidak duga," tukasnya.

Mengetahui kejadian itu, Ia pun menduga ada sindikat jual beli nilai di Unsrat dan kejadian itu sudah terjadi berkali kali. 

Langkah selanjutnya langsung mengirimkan surat keberatan ke Dekan atas masalah tersebut. 

Wulur mengaku mengalami tekanan akibat sikap kritisnya itu. 

"Mereka protes dengan postingan saya di medsos, padahal saya hanya membeber kasus itu tanpa menyebut pihak pihak yang terlibat, saya ditelepon, kemudian di SMS, seolah olah saya bersalah, " terangnya.

Dijelaskan Wulur  maksudnya membeber kasus tersebut karena Kecintaannya pada Unsrat. 

Ia tak mau universitas yang sudah meraih akreditasi A dirusak reputasinya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Saya mau citra kampus ini lebih baik, jangan dirusak oleh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab, " kata dia. 

Menurut Wullur, jual beli nilai tersebut punya akibat yang merusak dunia pendidikan. 

"Prihatin karena justru terjadi di mata kuliah perpajakan dimana perlu kejujuran, saya duga disini ada unsur gratifikasi, penyalahgunaan jabatan serta korupsi, " katanya. 

Sementara saat dikonfirmasi Dekan Fisip Unsrat Dr Drs Novie Pioh mengatakan kejadian tersebut telah dikonfirmasi salah satu honnorer tersebut.

"Ia mengaku tidak sengaja menginput,"akunya.

Lebih lanjut dikatakan, saat melakukan pertemuan dengan ketua jurusan Prof Welly Areros. dia tidak mengetahui mengapa pasword dimiliki honor tersebut.

"Tidak mengetahui mengapa pasword tersebut di miliki honnor,"lugasnya.

Terpisah, Areros mengatakan bahwa adanya kejadian ini, telah melakukan tidakan terhadap honnor tersebut.

 

 (tian)

Terpopuler

Komisi II Pertanyakan Kontribusi PLN Suluttenggo k...
10 Nov 2017 02:21 - Redaksi

Manado, Kp - Ketua Komisi II Deprov Sulut, Cindy Wurangian mempertanyakan pajak air permukaan tanah  [ ... ]

Jelang Ramadhan, Jam Kerja AS Boltim Akan Di Sesu...
12 May 2018 11:57 - Redaksi

Robi Mamonto.    BOLTIM kabarpost.com-Jelang Ramadhan, jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN [ ... ]

Mito Jagoan Baru Demokrat Manado
08 May 2019 16:10 - Redaksi

Michael Towoliu.     MANADO kabarpost.com - Hingga malam hari, pleno yang di laksanakan oleh  [ ... ]

Dicegat dan Dilayangkan Bogem Mentah, Rivaldo di R...
31 Jul 2020 12:50 - Redaksi

Pelaku yang ditangkap dan di bawa di Polsek Tuminting.   MANADO Kabarpost.com - Tim Paniki Rimbas [ ... ]

Other Articles