Kemendag melakukan rakor.

 

MANADO Kabarpost.com - Staf Ahli Menteri Perdagangan RI Sutriono Edi menegaskan, Kemendag akan melakukan upaya-upaya antisipasi dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait Bahan pokok (Bapok) di daerah guna mencegah terjadinya gejolak harga bapok menjelang akhir.

 

 "Lebih dari dua tahun terakhir ini, Pemerintah telah berhasil menjaga harga dan pasokan bapok tetap stabil menjelang peringatan hari besar keagamaan nasional (HBKN). Kemendag berkomitmen melanjutkan  kesuksesan tersebut dengan melakukan upaya-upaya antisipasi dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait bapok di daerah,” ujarnya saat menggelar Rapat Koordinasi ketersedian  stok stabilisasi harga  barang kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Sulut Edwin Kindangen, Tim Pengendali Inflasi Daerah, perwakilan Satgas Pangan, perwakilan Bulog, OPD terkait, serta pelaku usaha bapok, Kamis (12/12/2019) di Gran Puri Hotel.

 

Sutriono menjelaskan, Rakorda ini merupakan salah satu implementasi amanat Rapat Koordinasi Nasional  (Rakornas) bapok di Jawa Timur pada 4 Oktober 2019. Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan telah memberikan tiga arahan kepada Pemerintah Daerah.

 

“Pertama, untuk segera melakukan langkah antisipasi menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 sejak 2-3  bulan sebelumnya. Kedua, mewaspadai tantangan kondisi kekeringan ekstrim dengan pantauan langsung ke  lapangan untuk mengetahui dampak dan proyeksi produksi pangan akibat kekeringan. Ketiga, menjaga kelancaran pasokan ke masyarakat dan keterjangkauan harga di pasar dengan bekerja sama dengan satgas  pangan. 

 

Hal ini dilakukan guna meminimalkan aksi-aksi spekulasi atau penimbunan yang mengganggu kelancaran pasokan bapok ke masyarakat,"terangnya.

 

Dikatakan Provinsi Sulawesi Utara yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal.

 

“Ini berpotensi mengalami kenaikan permintaan bapok menjelang akhir tahun. Untuk itu, Pemerintah Daerah Sulut diharapkan dapat melakukan 

berbagai langkah antisipasi seperti melakukan pemantauan dan pelaporan perkembangan bapok harian, meningkatkan koordinasi antarinstansi daerah, dan mencegah tindakan spekulasi,"katanya.

 

Lebih jauh Sutriono menegaskan, pemerintah daerah diminta untuk memantau dan melaporkan perkembangan harga harian bapok, khususnya beras, sehingga dapat diambil langkah-langkah koordinatif juga terjadi kenaikan harga di luar kewajaran. 

 

“Selain itu, harus dilaporkan pula keamanan dan kelancaran distribusi bapok, seperti kerusakan jalan, gelombang besar, dan hambatan lain. Jumlah stok bapok milik pedagang di pasar, khususnya beras, juga harus dipantau dan dilaporkan guna mengetahui perkiraan kebutuhan stok harian bapok di pasar,"bebernya.

 

Sementara itu, koordinasi antarinstansi di daerah diperlukan untuk memastikan ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi pemukiman-pemukiman masyarakat berpendapatan 

rendah. Selain itu juga untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi pasokan bapok dengan  mendukung kesiapan moda angkutan barang.

 

“Langkah antisipasi yang tak kalah penting dilakukan Pemerintah Daerah ialah memastikan pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang dalam rangka spekulasi. Untuk itu Kemendag juga mengharapkan Pemerintah Daerah dapat mengoptimalkan tanda daftar pelaku usaha  distribusi (TDPUD) bapok, mendata distributor-distributor besar, dan terus mendorong para distributor terdaftar untuk melaporkan perkembangan harga dan stok tiap bulannya," terangnya.

 

Pemerintah Daerah juga diimbau  secara intensif melakukan media briefing mengenai kemanan stok bapok dalam periode Natal dan tahun baru, bahkan hingga tiga bulan ke depan. 

 

Sementara itu, Bulog diharapkan terus melaksanakan program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga  (KPSH) sampai Desember 2019 dan terus dijaga agar pada masa paceklik (Januari-Maret 2020) beras  medium tetap tersedia di pasar rakyat. Saat ini, di gudang Bulog wilayah Sulut dan Gorontalo tersedia stok  beras sebanyak 19.529 ton yang mencukupi untuk kebutuhan lebih dari 5 bulan ke depan.

Rangkaian pantauan ke pasar rakyat dan Rakorda ini dijadwalkan berlangsung di 15 daerah pantauan pada minggu ke-2 November hingga minggu ke-2 Desember 2019. Selanjutnya, Tim Penetrasi Pasar akan terjun ke 82 kabupaten/kota pantauan untuk mengawal pasokan bapok pada 16-20 Desember 2019. Pada kegiatan  itu, Tim Penetrasi Pasar akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan Daerah.

Bahkan seusai Rakorda, Sutriono meninjau kesiapan pasokan bapok di gudang distributor.

 

(tian)

Terpopuler

Gempa Bumi 7,4 Skala Richter Goncang Pusat Pemerin...
26 Apr 2018 14:23 - Redaksi

Plt Sekda Drs Rum Usulu saat menenangkan pegawai Pemkot Manado.    MANADO Kabarpost - Sekirapuku [ ... ]

Bupati Landjar Hadiri Sertijab BPK-RI Perwakilan S...
29 Jul 2019 14:42 - Redaksi

Bupati Boltim saat menghadiri sertijab BPK-RI perwakilan Sulut di Manado.    MANADO kabarpost.co [ ... ]

Sehan Landjar, Pemimpin Dekat Dengan Masyarakat In...
04 Oct 2019 11:01 - Redaksi

Sehan Landjar, SH.   BOLTIM kabarpost -Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) oleh Ketua D [ ... ]

Bantu Sesama, KAHMI Boltim Bagikan Ratusan Paket S...
27 May 2019 11:24 - Redaksi

Robi Mamonto, ketua Presedium KAHMI Boltim.   BOLTIM kabarpost - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa  [ ... ]

Other Articles