Pemilik Ruko, Hans Tanuli saat didampingi pengacaranya.

 

MANADO Kabarpost.com - Laporan kasus penyerobotan Ruko milik Hans Tanuli yang diduga dilakukan oleh RI alias Ko Lim yang merupakan Owner Altitude mendapat respon cepat dari Polresta Manado.  Kapolresta Manado, Kombes Pol FX Surya Kumara turun langsung dalam dalam proses pengosongan Ruko tersebut pada Senin sore hingga malam hari (3/6/2018). 

Atas respon cepat dari pihak Kepolisian Polresta Manado, Hans Tanuli yang merupakan pemilik ruko sangat berterimakasih kepada pihak Polresta Manado. 

"Terimakasih atas respon cepat terhadap permintaan kami untuk pengamanan pengosongan Ruko kami. Walaupun ada upaya menghalang-halangi ko Lim melalui pengacaranya (Robert Lengkong)," ujar Hans melalui pengacaranya Deymer Malonda SH MH,  Vebry Haryadi SH dan Jemmy Londah SH, Selasa (4/6/2018). 

Menurut Malonda, pengosongan Ruko tersebut disebabkan ada pembatalan perjanjian jual beli Ruko secara sepihak  dengan modus penipuan mengulur-ulur waktu, bahkan sudah memasukkan barang-barangnya lalu menguasai Ruko tersebut. "Atas dasar itu barang-barang tersebut diangkat.  Dan kami menyurat ke pihak  Polresta untuk meminta pengamanan pihak kepolisian dan direspon bahkan Kapolres datang langsung.  Jadi kami sangat berterimakasih atas respon yang cepat pihak Polresta, " tambah Vebry.  

Barang-barang milik ko Lim tersebut berhasil diangkat dan dikembalikan ke rumah Lim.  "Karena dia tidak mau mengeluarkan barang-barang miliknya,  terpaksa kami yang angkat lalu diantar ke rumahnya," imbuhnya. 

Menurut penjelasannya, perjanjian jual beli Ruko dengan ko Lim otomatis batal sejak 14 Mei. "Klien kami sudah memberikan kesempatan. Karena,  dia sudah menguasai sejak April hingga 2 Juli, kemarin. Dengan penguasaan Lim tersebut klien kami sudah mengalami kerugian. Karena harus membayar listrik,  air,  dan uang cicilan.  Karena itu,  uang muka Ruko sebesar 100 juta akan dikembalikan klien kami dengan memperhitungkan segala kerugian akibat penguasaan sepihak yang dialami klien kami, " tandas keduanya. 

Upaya menghalang-halangi yang dilakukan pengacara  Lim ini selanjutnya akan menjadi bukti tambahan dalam laporan penyerobotan pihaknya di Polresta Manado.  "Ada bukti videonya, dan itu akan kami tambahkan sebagai bukti dalam laporan kami. Lim melalui pengacaranya berusaha menghalang-halangi pengosongan Ruko milik klien kami. Padahal sebagai pengacara,  tindakannya  itu melanggar kode etik. Sebagai pengacara harusnya hanya pendampingan. Dan banyak lagi pelanggaran yang terjadi di lokasi saat itu," tambahnya. 

Dalam waktu dekat, lanjut Vebry, pihaknya akan menyurat ke Polda untuk mengecek  tindak lanjut laporan penipuan yang diduga dilakukan ko Lim, di Polda sejak dua bulan lalu.

(timkabarpost.com)

Terpopuler

Dalam Rangka Re-Akreditasi, PKM Kotabunan Gelar Pe...
30 Apr 2019 11:48 - Redaksi

 PKM Kotabunan gelar pertemuan lintas sektor dalam rangka Re-Akreditasi.   BOLTIM kabarpost.com  [ ... ]

Robert : Kita Harus Taati Hukum Yang Berlaku
27 Mar 2018 08:27 - Redaksi

Robert Tambuwun SH.    MANADO Kabarpost.com - Seharusnya kita sebagai kader partai harus mentaat [ ... ]

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan...
15 Dec 2020 12:07 - Redaksi

Rekapitulasi Hasil Perhitungan KPU Minsel.   MINSEL Kabarpost.com — Rapat pleno terbuka rekapit [ ... ]

Gubernur Olly Hadiri R20 Austrian World Summit
16 May 2018 03:04 - Redaksi

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama rombongan saat menghadiri kegiatan di Wina Austria. (Foto:i [ ... ]

Other Articles
Unsrat
Unsrat 1
Unsrat 2
Unsrat 3
Fh unsrat