Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

TALAUD Kabarpost.com - Terkait ditangkapnya MR (M. Rusli) Yang merupakan direktur Utama PT Aero Support Internasional yang juga telah menjadi DPO sejak tahun 2014, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta fokus ke pihak lain Yang diduga terlibat.

Menurut Direktur Eksekutif Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Jim R Tindy mengatakan, dibalik ditangkapnya MR,  KPK sebaiknya melakukan penyelidikan terhadap Bupati Talaud saat itu.

Sebab jika ditelisik,  kasus Penyalahgunaan dana subsidi penerbangan pemerintah Kabupaten Talaud dilakukan pada tahun anggaran 2009 dan 2010.

"Dugaan telibat E2L itu sudah sangat jelas. Sebab kasus ini terjadi pada saat beliau memimpin. Dan sangat disayangkan, Nilai kerugian negara diduga sebesar 1.000.000.000 Rupiah," katanya.

Dilanjutkan Jim, jika ada pengembangan kasus tersebut Dan melibatkan oknum Yang diduga, maka sebaiknya KPK langsung mengambil tindakan dengan melakukan penyidikan kedalam. Karena kami yakin ini melibatkan orang-orang besar.

"Langkah KPK kami sangat salut. Dan kami yakin juga KPK akan mengembangkan kasus ini dengan cermat. Sebab, diduga ada ikan besar Yang bermain diombak Yang tenang," ungkapnya.

Diketahui, Hari Jumat (19 Oktober 2018) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, dari hasil kerjasama KPK melalui Unit Korsup Penindakan dengan Polda Banten dan Polres Serang, telah dibawa ke Talaud, seorang tsk MR (M. Rusli), direktur Utama PT Aero Support Internasional yang telah menjadi DPO sejak tahun 2014.

Sebelumnya, Kamis sore pukul 17.50 WIB, telah dilakukan Penangkapan terhadap tersangka oleh Satreskrim Polres Serang dengan koordinasi dan supervisi KPK. Kasus ini sebelumnya ditangani oleh Penyidik Polres Talaud sejak tahun 2012 dalam perkara "Penyalahgunaan dana subsidi penerbangan pada pemerintah Kabupaten Talaud tahun anggaran 2009 dan 2010". Nilai kerugian negara diduga sebesar 1.000.000.000 Rupiah. Penanganan perkara terkendala karena keberadaan tersangka Yang tidak diketahui hingga diterbitkan DPO.

Karena itulah, KPK yg diberikan tugas oleh UU melakukan fungsi trigger mechanism, memberikan dukungan pada Penyidik melalui tugas Koordinasi dan Supervisi.
Sebelum penangkapan, tim KPK telah melakukan pemantauan SCR tertutup sekitar 1 minggu setelah mengetahui informasi keberadaan tersangka. Penangkapan dilaksanakan di daerah Cikande Kabupaten Serang.

Setelah dilakukan penangkapan kemudian Tersangka dibawa ke Polres Serang untuk dilakukan pemeriksaan awal dan cek kesehatan, kemudian pukul 02.00 WIB pagi langsung diterbangkan ke Manado untuk proses lebih lanjut.

"Terkait dengan DPO yang sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2014, KPK menemukan informasi meskipun tersangka telah DPO namun berdasarkan data perlintasan, diketahui sering bepergian ke luar negeri Malaysia, Filipina, Thailand dan negara-negara lain. Hal ini kami sayangkan karena seharusnya ada upaya menyeluruh dari instansi- instansi yang terkait agar tersangka yang DPO tidak lolos bepergian ke LN," kata jubir KPK, Febry Diansyah.

(Ai)

Terpopuler

Biaro di Benak Jutixel Rudolf Parera
24 Feb 2018 03:52 - Redaksi

Jutixel Rudolf Parera (kanan kemeja batik).    SITARO Kabarpost.com - Pulau Biaro dengan segala  [ ... ]

Kapendam XIII/Merdeka Hadiri Rapat Evaluasi Penera...
01 Dec 2020 09:03 - Redaksi

Pemberian hadiah secara simbolis kepada para juara lomba esai tingkat Angkatan Darat.   JAKARTA  [ ... ]

Cegah Covid-19, Pemkot Manado Kerahkan Mobil Damka...
23 Mar 2020 08:18 - Redaksi

(Penyemprotan Disinfektan dari Pemkot Manado dengan mengunakan mobil Damkar dan melakukan Himbauan d [ ... ]

Hore..., Besok Gaji 13 ASN Sulut Cair
05 Jul 2018 10:36 - Redaksi

Edwin Silangen.    MANADO Kabarpost.com - Sekprov Sulut, Edwin Silangen mengungkapkan bahwa pada [ ... ]

Other Articles
Fh unsrat
Elena
Elena 2
Paskah