Mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Asisten 1 Pemprov Sulut menyerahkan secara simbolis kartu perlindungan sosial bagi perwakilan rohaniawan Sulut 

 

 

MANADO Kabarpost.com - Sebanyak 60 ribu lebih rohaniawan Sulawesi Utara (Sulut) atau pekerja sosial keagamaan mendapatkan kartu perlindungan sosial yang dikeluarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

Hal ini merupakan kepedulian OD-SK bagi para rohaniawan. 

Mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Asisten I bidang  Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut, Edison Humiang mengatakan, program perlindungan sosial tersebut merupakan satu-satunya program yang direalisasikan di Indonesia dengan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado. 

Kata Humiang, Pada tanggal 1 Mei 2018 lalu Pemprov Sulut memberikan perlindungan sebanyak 35 ribu pekerja lintas keagaamaan. "Saat ini sudah 60,229 orang dari 6 agama yang dicover,” ungkapnya dalam kegiatan Edukasi Tentang Program Jaminan Sosial Bagi Pekerja Sosial Keagamaan di Provinsi Sulut sekaligus Penyerahan Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, Kamis (24/1/2019).

Lanjut dikatakan  Humiang, pekerja sosial keagamaan yang dilindungi meliputi, pendeta, penatua dan syamas, pelsus, kostor, biarawan/wati dan pandita.

Perlidungan ini merupakan kebijakan OD-SK untuk melindungi pekerja sosial keagamaan. Dan diharapkan program ini akan berkesinambungan dan berkelanjutan.

"Tentunya selama OD-SK memimpin Sulut," ujarnya.

Humiang pun mengatakan bahwa pada tanggal 10 Mei 2018, program perlindungan yang digulir telah mendapat penghargaan Muri.

“Jumlah tenaga kerja sosial keagamaan yang belum tercover, saya berharap dapat berkonsultasi dengan Disnakertrans Sulut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut, Ir Erny Tumundo MSi menambahkan perlindungan sosial sudah berlangsung hampir 8 bulan. Namun program belum terealisasi dengan baik. Dalam artian belum semua dari rohaniwan terlindungi.

“Pak Gubernur sudah berkomitmen untuk melindungi seluruh rohaniwan yang ada di Sulut, jangan sampai ada yang terlewatkan. Makanya, kami berupaya secara konsisten menyampaikan program ini. Dengan

harapan dapat mencapai lebih dari 60,229 . Kami akan siapkan besaran anggaran yang mencapai Rp5 Miliar,” tukasnya.

Lebih jauh, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Manado, Adi Syafa dalam sosialisasi memberikan penjelasan tentang manfaat jaminan dua program BPJS-TK yang meliputi Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

“Manfaat JKM, peserta akan diberikan perlindungan atas resiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja berupa santunan kematian. Sedangkan JKK adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan, dan tunjangan cacat yang nominalnya mencapai Rp24 juta,” tandasnya.

(Ain)

Terpopuler

Tak Diperhatikan Pemerintah Setempat, Jemaat dan M...
30 Mar 2018 03:48 - Redaksi

Jemaat dan Masyarakat bersama- sama membuat jalan menuju ke gereja.    SANGIHE Kabarpost.com - A [ ... ]

Hofdigineur Ir.Kotentang: Potensi Kandungan Emas B...
12 Sep 2020 01:50 - Redaksi

Penulis Sumitro Tegela   KOPERBERG adalah ahli geologi berkebangsaan jerman yang datang meneliti  [ ... ]

86 Siswa SMK Perintis Manado Siap UNBK
23 Mar 2019 03:14 - Redaksi

Ivonne Lang .   MANADO Kabarpost.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),Senin [ ... ]

Terbukti Sudah 2 Periode, E2L Batal Dilantik sebag...
14 Jan 2020 12:41 - Redaksi

Wagub Kandouw saat melakukan jumpa pers, Selasa (14/01/2020) siang diruang kerjanya. (Foto.Ain)    [ ... ]

Other Articles