Presiden Jokowi, para Menteri dan Gubernur Olly saat meninjau KEK Pariwisata Likupang.

 

MANADO Kabarpost.com - Warga Sulawesi Utara (Sulut) tentunya harus bersyukur dengan ide-ide kreatif dan cemerlang yang ditelorkan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey untuk lebih memajukan Sulut agar lebih dikenal Dimata dunia dan tentunya mendatangkan PAD yang lebih banyak lagi. 


Dengan ide brilian dari Gubernur Olly untuk memajukan Sulut lewat pariwisata pun sangat didukung dan ditunjang penuh oleh Presiden RI Joko Widodo. 
Sulut pun menjadi provinsi prioritas bagi Presiden Jokowi yang sudah enam kali berkunjung ke Sulut selama dirinya menjabat.


Datang secara mendadak ke Sulut pada tanggal 4-5 Juli 2019, Jokowi pun langsung action dan meninjau lokasi pariwisata di Sulut dan melihat langsung infrastruktur untuk menunjang pariwisata. 


Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), usai menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam dari Jakarta, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung meninjau lokasi yang direncanakan sebagai tempat perluasan bandara tersebut.
Masuknya wisatawan asing ke Kota Manado selama beberapa tahun belakangan memang meningkat dan mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara oleh para agen perjalanan wisata dan konsumen sendiri juga sering terdengar.


“Oleh sebab itu sudah kita perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” kata Presiden.

 Presiden Jokowi bersama para Menteri dan Gubernur Olly saat berada di Bandara Sam Ratulangi Manado

 

Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi. Perluasan tersebut diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.
Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi tujuan utama Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara hari ini.

 

“Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi saat berada di Jendela Indonesia.

 

Presiden Jokowi Lihat Potensi Besar Pariwisata Sulut

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019).
Presiden Joko Widodo mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut. Tampaknya, hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud.


Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.
Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.


“Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- backup oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.


Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado.


“Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.


Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.


“Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki,” tuturnya.
Presiden sendiri bersama jajaran terkait rencananya akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi utara.


“Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan,” ucapnya.
“Jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan,” Presiden menambahkan.

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriani.

 

Jokowi Puji 'Feeling' Olly dalam Pengembangan Pariwisata, Sulut dapat Perhatian Khusus 

Presiden RI  Joko Widodo (Jokowi) memuji feeling Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut). 
"Tadi siang saya dengan Pak Gubernur dan para Menteri pergi ke tempat-tempat wisata, dan tadi kami pergi ke Likupang Minahasa Utara (Minut), besok akan pergi ke Bitung dan beberapa pantai, untuk mengembangkan wisata di Sulut," ujarJokowi dalam pembagian sertifikat tanah di Graha Gubernuran, Kamis (4/7/2019) sore. 


Lanjut Jokowi, Karena kita melihat ekonomi Sulut tumbuh karena wisata, dan akan tumbuh lebih baik lagi karena wisata. 
"Untungnya Pak Gubernur Olly feeling-nya ke pariwisata, bagus sekali. Beruntung bapak ibu punya gubernur seperti Pak Olly. Jadi kita ingin pemerintah pusat memberikan dukungan, misalnya jalan yang sempit ya digedein, pantai nya belum ada plaza untuk melihat pantai yang bagus, tahun ini akan kami siapin dan tahun depan akan selesai, bandaranya juga," ungkap Presiden RI ini. 


Jokowi pun melanjutkan saat tiba di bandara siang tadi dan langsung meninjau bandara Sam Ratulangi bersama para rombongan Menteri, dirinya melihat terminal Bandara Sam Ratulangi masih kurang besar.  "Sekarang ini baru bisa tampung penumpang 2 juta orang, nantinya bulan Agustus 2020 terminalnya akan selesai di gedein dan  akan menampung menjadi 6 juta penumpang," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan warga yang hadir di gedung tersebut. 


Jokowi pun mengungkapkan bahwa, dalam peninjauan bandara siang tadi, semua kekurangan yang dilihat langsung diputusin di lapangan. "Setelah melihat-lihat ya September akan mulai dikerjakan, Agustus 2020 selesai dengan kerja siang malam, runway-nya kurang panjang, ya dipanjangin supaya pesawat yang besar siap turun di Manado," tukasnya, sembari berkata, Saya hitung-hitung sampe sore tadi wah kebanyakan niy untuk Sulut, saya bisik-bisik dengan Pak Menteri PU, wah ini mahal loh pak, terus pak Menteri bilang buat Sulut gak apa-apa mahal. Nantikan ada income yang masuk dari para wisatawan. Ada devisa masuk dari wisatawan. 


"Kita mengeluarkan tapi harus juga ada itung-itungan, kembalinya ke negara apa," papar Jokowi lagi. 
Jokowi menambahkan agar pariwisata Sulut jangan kalah dengan Bali suatu saat nanti. Dengan mewujudkan semua itu, perlu keramahan penduduknya, sampah jangan dibuang dimana-mana. 


"Kita harus mulai hal-hal seperti itu, restoran, warung-warung makan harus bersih, toilet harus bersih, harus seperti itu untuk mengembangkan wisata di Sulut. 
Di Pulau Lembeh katanya cantik, jadi saya besok mau kesana, katanya kurang jembatan disana, ya nanti akan dibuatin jembatan juga," tandas Jokowi.

Presiden Jokowi saat berpamitan kepada warga Pulau Bunaken.

 

Kunjungi Bunaken, Jokowi : Jangan Masuk Sampah Plastik Disini

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jumat (5/7/2019) pagi,  kembali meninjau destinasi wisata, Keduanya menyambangi Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati. “Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden di Dermaga Bunaken, Jumat, (5/7/2019).


Presiden dan rombongan bertolak menuju lokasi dari dermaga yang berada di area hotel tempat menginap dengan menaiki kapal Bunaken Crystal 7.
Terkesima dengan keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken, Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. “Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini.

Presiden Jokowi saat meninjau jalan Tol Manado-Bitung.

 

Kendala Pembebasan Lahan, Presiden Targetkan Jalan Tol Manado-Bitung Rampung Awal Tahun Depan

Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan jalan tol Manado-Bitung dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat (5/7/2019), Kepala Negara memastikan bahwa pembangunan jalan tol yang sempat terkendala persoalan pembebasan lahan itu akan terus berjalan dan segera diselesaikan.


“Jadi tol Manado-Bitung lapangannya masih kurang 13 kilometer yang belum pembebasan (lahan), tapi proses berjalan,” ujarnya di lokasi peninjauan.
Presiden mengatakan bahwa jalan tol tersebut ditargetkan untuk diselesaikan pada awal tahun depan. Kendala yang ada di lapangan juga disebutnya dapat segera teratasi.
“Tadi saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa diselesaikan. Mungkin maksimal Maret-April. Insyaallah,” ucapnya.


Jalan tol sepanjang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek yang menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya. Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.


“Bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” kata Presiden.
Peninjauan tersebut dilakukan Presiden dan rombongan dalam perjalanannya menuju KEK Bitung. Sebelum meninjau tol itu, Kepala Negara juga sempat meninjau pengembangan pelabuhan Manado yang direncanakan akan dikembangkan di sekitar area tersebut kawasan baru berupa wisata kuliner.

 Presiden Jokowi bersama para Menteri dan Gubernur Olly saat diatas kapal menuju Pulau Bunaken.

 

Selain itu, Presiden juga merespons permintaan warga Bunaken tentang permasalahan air bersih. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengerjakan proyek penyediaan air bersih.
“Tahun ini dimulai yang di Bunaken. Air bersih akan dikerjakan Menteri PU,” ujar Presiden.

 Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bitung, Jumat (5/7/2019). (Foto. ist)

 

Upaya Olly Bangun Jembatan ke Pulau Lembeh Langsung Direstui Presiden

Upaya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membangun konektifitas melalui jembatan yang akan menghubungkan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh bakal segera terwujud. Pemerintah pusat berjanji mendukung penuh pembangunan jembatan Lembeh.
Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bitung, Jumat (5/7/2019).


“Tahun depan jembatannya dimulai dari sini (Bitung) ke Lembeh, nanti pariwisatanya hidup, industrinya hidup di kawasan yang berbeda,” ucap Jokowi sambil didampingi Gubernur Olly.
Meski jembatan berdiri, menurut Presiden, industri pelayaran juga tidak serta merta gulung tikar.
“Nanti otomatis datang kalau turisnya banyak, tidak hanya di sekitar Manado ataupun di Bunaken tapi ini juga salah satu alternatif yang bisa dilihat bagus loh, bawah airnya juga cantik jadi industri ya dialihkan, kan ada yang lain, di sini bukan hanya urusan ke Lembeh saja, ke Ternate, Tobelo,” tutur Presiden.


Disamping itu, Jokowi juga mengungkapkan perbaikan Pelabuhan Bitung untuk mendorong volume ekspor-impor melalui pelabuhan tersebut.
“Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu,” kata Presiden Jokowi.


Pelabuhan Bitung sendiri adalah pelabuhan internasional yang ditargetkan dapat mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang dinyatakan sebagai salah satu prioritas pembangunan pemerintah.
Di samping itu, keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis).
“Ini sekali lagi kita tetap melihat fasilitas-fasilitas yang mendukung KEK, begitu fasilitas-fasilitas pendukungnya siap, maka KEK-nya berjalan,” kata Presiden.


Saat ini Pelabuhan Bitung sedang dalam masa perbaikan dan ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2019.
“Kami ingin melihat semuanya, misalnya pelabuhan ini akan dimulai perbaikan pada bulan Oktober sehingga bisa untuk pelabuhan rakyat dan pelabuhan yang ada sekarang. Sudah tadi saya sampaikan, Pak Walikota, Pak Gubernur juga, lahan disiapkan dari Pemda, kemudian ada yang bangun dari Kementerian Perhubungan. Setahun lah rampung,” kata Presiden Jokowi.


(Advetorial)

Terpopuler

SMKN 2 Manado Gelar Pra Natal Penuh Dengan Sukacit...
05 Dec 2019 03:17 - Redaksi

SMKN 2 Manado Gelar Pra Natal.   MANADO Kabarpost.com - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN)  [ ... ]

Cabuli Gadis Dibawa Umur, Residivis Dengan Kasus y...
13 Jan 2021 12:18 - Redaksi

Pelaku cabul yang ditangkap.   MANADO Kabarpost.com - Seorang lelaki berinisial AS alias Nonong ( [ ... ]

AJI Manado Minta Media Kedepankan Jurnalisme Damai
30 Jan 2020 05:10 - Redaksi

Yinthze Gunde.   MANADO Kabarpost.com - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Yinthze G [ ... ]

Lakukan Penggelapan Sepeda Motor, Karyawan Swasta ...
23 Jul 2020 15:29 - Redaksi

Poco saat diamankan karena telah melakukan tindak pidana penggelapan.   MANADO Kabarpost.com - Se [ ... ]

Other Articles
Fh unsrat
Elena
Elena 2
Paskah