Manyira dan tim saat berada di Mapolda Sulut, Kamis (15/08/2019). 

 

MANADO Kabarpost.com - Episode dugaan kasus pemalsuan dokumen oleh oknum petinggi pada salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Manado, terus berlanjut.

Kuasa Hukum GK alias Grace bersama sejumlah dosen pada PTN tersebut mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (15/8/2019). Terlapor, berinisial EK alias Ellen, dilapor atas dugaan pemalsuan dokumen.

Mereka menyambangi Mapolda meminta kepada Kapolda Sulut untuk menuntaskan kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh oknum petinggi dan kasus korupsi di Sulut.

"Tuntaskan dan dipercepat laporan GK dengan laporan polisi nomor: LP/319/IV/2018/ SULUT/ SPKT tanggal 09 April 2018. Secepatnya dituntaskan, tentang dugaan pemalsusan dokumen oleh petinggi PTN itu," tandas kuasa hukum GK, Yanto Manyira SH.

Dia menuding, EK telah melakukan kebohongan publik dengan menganulir GK sebagai calon Rektor, waktu itu. Dengan menggunakan dokumen palsu. 

"EK telah menggunakan penyalagunaan kewenangan mensolimi GK," ujar Manyira.

Sementara itu, DP alias Daniel selaku Kuasa Hukum PTN tersebut yang juga Juru Bicara mewakili EK menegaskan bahwa kehadiran atasannya di Mapolda Sulut berstatus hanya sebagai saksi. 

"Pemeriksaan Rektor hanya terkait sebagai saksi  terhadap objek masalah SK Rektor nomor: 1132 yang dilaporkan di Polda Sulut. Objek Sengketa yang dipermarmasalahkan  secara pidana di kepolisian telah di uji secara administrasi melalui Peradilan Administrasi yaitu di PTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara)," terang DP.

Tambahnya, bahwa SK 1132 ditandatangani oleh Rektor sebelumnya yakni DR alias Rumokoy. "Uji hukum administrasi objek SK 1132 sampai Kasasi MA (Mahkamah Agung) dan menolak permohonan Kasasi GK, Putusan Kasasi nomor 213 K/TUN/2019," tambah DP.

"Objek Sengketa SK Rektor nomor 1132  ada benar, bukan palsu fakta dan telah dibuktikan melalui fakta persidangan dan di periksa oleh Majelis Hakim PTUN pada perkara nomor: 07/G/2018/PTUN.MDO jo No. 116/B/2018/PT.TUN.Mks. jo Putusan MA NO 213 K/TUN/2019 tertanggal 21 Mei 2019," jelas DP.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat dikonfirmasi membenarkan terkait laporan tersebut. "Memang benar diperiksa. Progresnya nanti berkembang sesuai pendalaman kasusnya. Faktanya memang Rektor PTN itu diperiksa," tukasnya, Rabu (14/8/2019).

 

(TimKp)

Terpopuler

Dinkes Boltim Tingkatkan Kapasitas EHRA
03 Mar 2018 03:01 - Redaksi

Suasana kegiatan EHRA.    TUTUYAN kabarpost.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mo [ ... ]

Jurnalis Boltim dan Minahasa Lepas Kepenatan di Pa...
25 Jan 2019 11:05 - Redaksi

jurnalistik boltim dan minahasa bersenda gurau dipantai cinta .   BOLTIM kabarpot.com - Pesona pa [ ... ]

Yel-yel 'Barol Sulut United' Bakar Semangat Para P...
07 Jul 2019 17:38 - Redaksi

Barol Sulut United saat membawakan yel-yelnya di Stadion Klabat untuk mendukung Sulut United     [ ... ]

Warga Desak Gakkumdu Transparan dan Tuntaskan Duga...
06 Feb 2019 12:14 - Redaksi

Felly Estelita Runtuwene   MANADO Kabarpost.com - Dugaan pelanggaran kampanye yaitu penyebaran ba [ ... ]

Other Articles