Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Ibu Rita Maya Dondokambey Tamuntuan dan Wagub Sulut Steven Kandouw bersama Ibu dr Kartika Devi Kandouw Tanos

 

 

MANADO Kabarpost.com - Siapa yang tidak mengenal Kolintang? Alat musik tradisional dari Minahasa, Sulawesi Utara yang terbuat dari kayu ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat baik sebagai pengiring upacara adat, pertunjukan tari, pengiring nyanyian, bahkan sebagai ansamble musik. 

Kolintang terbagi menjadi beberapa jenis menurut suara yang dihasilkannya, yaitu : loway (bass), cella(cello), karua (tenor 1), karua rua (tenor 2), uner (alto 1), uner rua (alto 2), katelu(ukulele), ina esa (melodi 1), ina rua (melodi 2) dan ina taweng(melodi 3).

Dalam pertunjukan, biasanya semua jenis musik Kolintang tersebut disusun dengan formasi tertentu agar menghasilkan perpaduan nada yang pas dan agar mudah dikombinasikan. 

Untuk susunan lengkap biasanya pada bagian depan diisi oleh melodi. Lalu pada bagian belakang kiri biasanya diisi dengan bass. Sedangkan bagian belakang kanan diisi dengan cello. Untuk alat lain biasanya tergantung lebar panggung yang digunakan dengan memperhatikan fungsi tenor dan alto.

Lalu bagaimanakah eksistensi kolintang dan upaya merawat kesenian daerah ini agar tetap lestari dan diapresiasi dunia?

Pemerintah Sulawesi Utara melalui Dinas Kebudayaan Daerah bekerjasama dengan Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) telah melakukan beberapa langkah terobosan ke tingkat nasional, terutama untuk memperjuangkan kolintang sebagai warisan budaya dunia melalui UNESCO.

Berbagai upaya terobosan ini ditempuh sebagai wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah dan komunitas seni terhadap kesenian itu sendiri. 

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Fery R. J. Sangian, S.Sos, MAP mewakili Gubernur Sulawesi Utara pada Jumat, 30 Agustus 2019  menghadiri pertemuan di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, telah dilakukan pendaftaran Kolintang sebagai warisan budaya dunia. "Melalui pertemuan dan jalur diplomasi di tingkat pusat yang juga dihadiri perwakilan UNESCO ini, Pemerintah Sulut membuktikan komitmennya dalam membangun dan memajukan kebudayaan daerah sesuai yang diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan," ujar Sangian.

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Dr. Najamudin Ramly di dampingi oleh Pengurus PINKAN (Persatuan Insan Kolintang Nasional) a.l. Jenderal Purn. Marsutio dan Jend Purnomo dan Marsekal Muda Jorry Koloay serta Jopie Rorie SH dan Felix Luntungan serta perwakilan UNESCO Bpk. Herry Waluyo.

Upaya upaya yang sudah ditempuh ini tambah Sangian, tentunya bukanlah tanpa hambatan dan tantangan. 

"Beberapa hal penting yang menjadi catatan adalah bagaimana kolintang dalam esensinya sebagai sebuah warisan budaya tetap menjaga keselarasan dengan alam,"  katanya.

Ia pun menambahkan, tentunya langkah konkrit yang sudah dan sedang ditempuh bersama para pelaku seni, komunitas seni budaya dan masyarakat adalah penanaman bibit-bibit pohon serta upaya upaya lain berupa peningkatan kesadaran masyarakat dan semua pihak terkait untuk melestarikan alam sejalan dengan melestarikan seni itu sendiri. "Semoga, perjuangan kolintang menuju warisan budaya dunia menjadi penanda geliat dan eksistensi masyarakat Minahasa dalam esensi peradabannya yang gemilang," tandas Sangian.

(Ain)

 

Terpopuler

Kamran Sorot Pembagian Royalti PT J-Resources Untu...
05 Jan 2018 01:18 - Redaksi

BOLSEL Kabarpost.com - Dari Informasi yang beredar, menyebutkan PT. J-Resources Bolaang Mongondow (J [ ... ]

Ground Breaking Pengembangan Bandara, Gubernur Oll...
09 Mar 2020 12:54 - Redaksi

Gubernur Olly saat menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pengembangan Bandara [ ... ]

Ratusan Siswa Ikut OSN Tingkat Manado
28 Feb 2018 18:07 - Redaksi

Para siap yang siap mengikuti lomba OSN.     MANADO Kabarpost.com - Olimpiade Sains Nasional (O [ ... ]

Waspada, Mie Basah Mengandung Borak Beredar di Man...
09 Feb 2018 02:23 - Redaksi

Mie Basah Mengandung Borak.    MANADO Kabarpost.com - Adanya temuan produksi pangan mie basah me [ ... ]

Other Articles
airmadidi
amurang