Frederik Gerard Worang.

 

MANADO Kabarpost.com - Ekonom Sulut Frederik Gerard Worang SE BSBA MComm menegaskan agar Para Pengamat jangan banyak berteori dan meramal tentang Omnimbus Law. Contohnya, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang mengatakan bahwa masalah utama investasi adalah korupsi, dan menghubungkan dengan pandemi yang berlebihan.

 

Termasuk juga dosen dari Universitas  Airlangga yang menyatakan bahwa produktifitas pekerja akan turun karena omnibus law.

 

"Ini fenomena teori jadi-jadian," sebutnya.

 

Bhima dari Indef pun mengatakan bahwa Omnimbus Law tidak berpengaruh significant.

 

Worang pun bertanya, apakah sudah diuji? belum di implementasi sudah dibilang macam-macam. Worang juga bertanya, apakah akademisi ini pernah merasakan jadi buruh? sehingga bisa memberikan pernyataan yang lebih objectivity dan rasional bukan dengan 'kira-kira'. 

 

Frederik Gerard Worang selain akademisi, diketahui juga pernah merasakan jadi pekerja di Amerika, Australia dan bank asing di Jakarta. Ia pun membeberkan bahwa diluar negeri tempatnya bekerja dulu, perusahaan memperlakukan pegawainya lebih manusiawi.

 

"Mereka memperlakukan pegawainya lebih manusiawi, hak-hak pegawai tidak perlu di perjuangkan oleh pegawai. Coba teliti saja sekarang mana yang bayar sesuai umur dan dibawah perusahaan asing atau lokal," ungkapnya. 

 

Worang pun mempertanyakan, apakah organisasi buruh membela pegawai, saat pegawai diberlakukan tidak adil? karena saat ini banyak perusahaan memberlakukan pegawainya tidak adil, soal PHK dan jam kerja. 

 

"Tujuan omnibus law ini menciptakan lapangan kerja dan lebih melindungi pekerja. juga memberikan kejelasan berinvestasi untuk investor lokal dan asing," paparnya.

 

Worang pun melanjutkan  bahwa, organisasi buruh di Sulut semestinya melihat kejadian sehari-hari didepan mata. Misalnya, itu petugas kebersihan yang mengangkut sampah di Kota Manado, yang tidak diperlengkapi dengan perlengkapan keselamatan kerja. 

 

Petugas itu cuma pakai sendal, tidak pakai rompi kerja, tidak pakai helmet, malahan duduk diatas truk yang penuh dengan sampah. 

 

"Nah, silahkan organisasi buruh mendemo pemberi kerjanya. Yang jelas omnibus law tidak mentolerir pekerja yang malas dan berlindung pada organisasi buruh, juga upah satuan dan waktu sebelum nya tidak diatur," tukas Worang.

 

"Sekarang di omnibus law sudah diatur. ini memberikan keadilan bagi pegawai yang bekerja lebih produktif dibanding dengan yang biasa-biasa saja," tandas Worang, sembari mengatakan bahwa, Omnibus Law menjamin sustainability investment di Sulut, Kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK) sudah mengimplementasikan omnibus law, contoh nya yakni, memotong jalur birokrasi yang berbelit tapi tidak substansi dan juga saat kepemimpinan ODSK pengangguran turun drastis.

 

(Ain)

 

 

 

 

Terpopuler

Kapolres Minsel Pimpin 114 Personel Kawal Rapat Pl...
24 Sep 2020 12:11 - Redaksi

Kapolres Minsel lakukan pengamanan saat rapat pleno pengundian nomor urut paslon.   MINSEL Kabarp [ ... ]

Meiva Lintang Apresiasi Pemerintahan OD-SK
12 Feb 2018 17:46 - Redaksi

Meiva Lintang   MANADO Kabarpost.com - Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) mengapresiasi [ ... ]

Aston Hotel Manado Tawarkan 12 Menu Paket Puasa
26 May 2018 13:48 - Redaksi

Hotel Aston.    MANADO Kabarpost.com - Bulan suci Ramadhan, Aston Hotel Manado menyajikan berbag [ ... ]

Futsal PNS 3 Tahun Kepemimpinan OD-SK Masuki Babak...
18 Mar 2019 06:34 - Redaksi

  MANADO Kabarpost.com -  Pertandingan Futsal Tournament 3 Tahun Kepemimpinan Gubernur Olly Dondo [ ... ]

Other Articles
Kpu
Kpu sulut baru
Bawaslu ain