Kadis Distanak bersama tim penemu Suluttan Unsrat I dan II 

 

MANADO Kabarpost.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulut bekerjasama dengan tim dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk lebih mempopulerkan penggunaan bibit padi varietas Suluttan Unsrat.

Varietas padi buah karya Fakultas Pertanian Unsrat ini, nyatanya sudah lama digunakan di Jawa, namun di daerah sendiri justru minim pemanfaatannya.

Kepala Distanak Sulut, Novly Wowiling mengatakan, ada dua jenis varietas padi Suluttan Unsrat yakni Suluttan Unsrat I dan II. "Keunggulan padi ini lebih tahan penyakit, dan produktivitas lebih tinggi," kata Wowiling usai Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) Pertanian di Hotel Aston, Rabu (25/4/2018).

Ia mengatakan, per hektare varietas bibit Suluttan Unsrat bisa menghasilkan panen maksimal 8 ton gabah kering. "Varietas ini merupakan hasil temuan ilmuan lokal dikembangkan dari varietas supewin sudah lama digunakan di Jawa tapi di Sulut masih jarang," kata Wowiling.

Distanak berupaya agar varietas ini digunakan Petani Sulut untuk meningkatkan produktifitas, untuk penyiapan bibit sudah ada tiga titik lokasi tanam, dua di Minahasa Utara dan satu titik di Minahasa Selatan. "Kita ingin sebarkan untuk kemudian dapat digunakan Petani Sulut.

Sangat aneh diciptakan ilmuan lokal di daerah lainnya sudah digunakan di Sulut belum," ujarnya. Varietas Sullutan Unsrat I dan II dikembangkan kerjasama antara Fakultas Pertanian Unsrat, Pemprov Sulut dan Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Sementara itu, Jeany Polii Mandang didampingi Deanne Beatrix Doodoh dan Wenny Tillaar yang merupakan tim dari Fakultas Pertanian Unsrat mengatakan, Varietas ini berhasil dikembangkan berkat kerja sama dengan Prof Mugiono dari  Badan Tenaga Nuklir Nasional. JeanyPolii Mandang mengatakan dibanding varietas lain yang hanya bisa menghasilkan 5-6 ton per hektare, Suluttan bisa mencapai 8 ton. "Memang yang lain paling tinggi 5-6 ton per hektare itu pun benih yang murnikan," kata dia.

Suluttan merupakan jenis mutasi dari superwin. Bekerja sama dengan Badan Nukilir memanfaatkan radiasi sinar gamma untuk merombak sifat tanaman superwin Dari situ akan ada perubahan baik sifat baik dan jelek. Kita pilih mana yang baik, misalnya sifat tanaman lebih tegak, lebih pendek, tunas lebih banyak, produksinya lebih tinggi," ujarnya.

"Dan ternyata dari 10 varietas kita mendapatkan 2 varietas yang unggul ," kata dia.

Kendalanya varietas Suluttan Unsrat I dan II belum dikenal secara luas.

"Belum populer, kemudian benih juga belum diproduksi banyak," ungkapnya. Di Pulau Jawa banyak yang gunakan, petani penangkar memperbanyak dan mendistribusikan ke petani lainnya. Di Sulut distribusi semacam ini belum dilakukan lebih intensif. Pemerintah diharapkan bisa lebih mempopulerkan vareitas ini untuk meningkatkan produksi pertanian.

(Ain)

Terpopuler

Situasi Kemarau Saat Ini, Pemkab Boltim, Serius Ce...
24 Sep 2019 10:33 - Redaksi

ilustrasi kebakaran .   BOLTIM kabarpost - Adanya situasi kemarau saat ini oleh Pemerintah Daerah [ ... ]

OD Borong Takjil di Tutuyan II
23 May 2018 14:55 - Redaksi

Gubernur Sulut saat mengunjungi Boltim.    BOLTIM Kabarpost.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambe [ ... ]

Dipecat CEP, Imba-SVR Lebih All Out Menangkan ODSK...
19 Oct 2020 09:18 - Redaksi

Imba dan SVR.   MANADO Kabarpost.com - Pemecatan disertai pencabutan keanggotaan partai terhadap  [ ... ]

Tak Bisa Berinovasi, Desa di Boltim Belum Maksimal...
01 Jul 2019 12:53 - Redaksi

Slamet Umbola,  Kadis DPMD.    BOLTIM kabarpost - Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) tentang [ ... ]

Other Articles
Fh unsrat
Elena
Elena 2
Paskah