Bangunan sarang burung walet di salah satu tempat di boltim. 

 

BOLTIM kabarpost - Puluhan Usaha Penyulingan Minyak Cengkeh (PMC) dan bisnis Sarang Burung Walet (SBW) yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tidak mengantongi izin.

 

Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) Mahmud Mokoagow melalui Sekretaris Dinas Linda Roringkon, Sesuai data yang ada sekitar puluhan usaha yang tidak memiliki izin Mendirikan Bangunan (IMB)

 

"Ada sekitar 11 bangunan usaha sarang burung walet di Boltim belum kantongi IMB dan izin usaha. Selanjutnya, kurang lebih 29 usaha penyulingan minyak cengkeh juga tidak memiliki izin. Lalu sudah berapa yang mengurus izin, namun sekarang sudah habis masa aktifnya, seharusnya pemiliknya datang mengurus perpanjangan lagi," beber Linda

 

Lanjutnya, untuk pengurusan izin kami selalu berusaha dalam pendetaan. 

Kami masih mencari data siapa pemiliknya, dan di mana lokasinya, kita buat surat teguran sampe dengan pemangilan ke pelaku usaha. 

 

"Sebagai instansi terkait, kami punya tahapan dan prosedurnya, pertama memberikan pemahaman kepada pelaku usaha bahwa harus memiliki ijin, kedua sosialisasi, ketiga pemberitahuan lewat spanduk, dan sampe dengan diklat pada pelaku usaha. Namun semua ini tergantung dari kesadaran dari pelaku untuk memiliki ijin usaha," terangnya.

 

Tambahnya lagi, disini hanya hitung menit dalam pengurusan, jika berkas lengkap kami proses cepat selesai.

 

"Seperti jika sudah ada rekom dari instansi terkait sperti PU, DLH, Disperindagkop, dan instansi terkait lainya, kami siap proses izinya. Ini sesuai instruksi Bapak Bupati Sehan Landjar, agar tertib administarsi dan perizinan usaha," tutur Indah.

 

Senada dikatakan Kepada Bidang (Kabid) Perizinan dan Non Perizinan, Iswandi Mokodompit, bahwa baru tiga usaha sarang burung walet yang memiliki IMB yakni di Molobog, Matabulu dan Bukaka. 

 

“Kami sudah turun lapangan dan beberapa kali menyurat ke kecamatan dan desa, untuk menginstruksikan pemilik sarang walet untuk mengurus izin, agar tidak semena-mena membangun usaha sarang burung walet ini,” terangnya.

 

Lanjutnya, ada beberapa pemilik usaha yang datang ke kantor mengurus izin, namun kebanyakan tidak kembali, dengan alasan retribusi pengurusan terlalu mahal.

 

“Kami telah melakukan perhitungan sesuai Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang retribusi perizinan tertetu. Perhitungan retribusi IMB yakni luas bangunan kali berapa lantai kali indek 1,00 kali harga satuan retribusi bangunan gedung. Harga standar bangunan gedung Rp 2.086.000 per meter. Usaha Sarang burung walet jika dikelola dan mereka mengikuti aturan yang ada, usaha ini salah satu penyumbang PAD,” terangnya.  

 

(feb)

Terpopuler

Gubernur Olly Temui Menteri ATR/BPN Bahas Pembangu...
23 May 2019 13:24 - Redaksi

Gubernur Olly terus menggesa pembangunan di Bumi Nyiur Melambai.   JAKARTA Kabarpost.com - Gubern [ ... ]

Dukung Belajar Secara Daring, Siswa Kurang Mampu d...
21 Sep 2020 15:23 - Redaksi

Gubernur Olly saat menyerahkan secara simbolis bantuan tablet dan sarana pendukung akses rumah belaj [ ... ]

SMKN 5 Bitung Minim Sarana Pembelajaran
27 Mar 2019 01:00 - Redaksi

Maxi F A Rompas.    BITUNG Kabarpost.com - Menunjang pembelajaran pada siswa didik, masih saja  [ ... ]

Bansos Pemkot Manado Didistribusikan, Walikota GSV...
24 Apr 2020 08:13 - Redaksi

(Bansos Pemkot Manado mulai sore ini akan disalurkan) Manado Kabarpost.com - Sore ini Jumat (24/4/2 [ ... ]

Other Articles
Ucapan indomaret
Ucapan selamat BSG
Ucapa idul fitri